-->

Materi Kelas 4 Makna dan Nilai Pancasila

Makna Pancasila

Berikut adalah berbagai contoh perilaku sehari-hari yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila

beserta sila Pancasila yang relevan:

 Sila 1: Ketuhanan yang Maha Esa 

1. Menghormati Perbedaan Agama: Menghormati dan menghargai teman yang berbeda

agama dengan ikut serta dalam perayaan atau ritual keagamaan mereka jika diundang. 

2. Berdoa Sebelum Kegiatan: Melakukan doa sebelum memulai aktivitas sebagai bentuk

penghormatan kepada Tuhan. 

3. Menjaga Etika Berbicara: Menghindari ucapan atau tindakan yang dapat menyinggung

keyakinan agama orang lain. 

Sila 2: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab 

1. Menolong Teman yang Kesulitan: Membantu teman yang kesulitan dalam pelajaran

atau dalam situasi lainnya tanpa mengharapkan imbalan. 

2. Memberikan Sumbangan: Memberikan sumbangan atau bantuan kepada mereka yang

membutuhkan, seperti saat bencana alam atau untuk keluarga kurang mampu. 

3. Menghargai Hak-hak Orang Lain: Menghormati hak-hak orang lain, seperti hak

berbicara, hak berpendapat, dan hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak. 

Sila 3: Persatuan Indonesia 

1. Kerja Sama dalam Kegiatan: Bekerja sama dalam proyek kelompok di sekolah atau

kegiatan gotong royong di lingkungan sekitar. 

2. Menjaga Kerukunan: Menjaga kerukunan dan persatuan dalam kelompok atau

komunitas meski terdapat perbedaan pendapat atau latar belakang. 

3. Menghargai Keberagaman: Menerima dan menghargai keberagaman budaya, suku, dan

bahasa di Indonesia. 

Sila 4: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam

Permusyawaratan/Perwakilan 

1. Melakukan Musyawarah: Mengadakan musyawarah dalam mengambil keputusan di

kelas atau komunitas, dengan melibatkan semua anggota. 

2. Mengikuti Pemilihan Umum: Mengikuti pemilihan umum atau pemilihan ketua kelas

dengan sikap bijaksana dan memilih berdasarkan penilaian yang rasional. 

3. Memberikan Pendapat dalam Diskusi: Berpartisipasi dalam diskusi dengan

memberikan pendapat secara sopan dan mendengarkan pendapat orang lain. 

Sila 5: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia 

1. Membantu Mengatasi Ketimpangan Sosial: Terlibat dalam program atau kegiatan yang

bertujuan mengurangi ketimpangan sosial, seperti memberikan bantuan kepada

masyarakat kurang mampu. 

2. Menjaga Lingkungan: Mengelola sampah dengan baik dan berpartisipasi dalam kegiatan

lingkungan untuk memastikan bahwa sumber daya digunakan secara adil dan

berkelanjutan. 

3. Memastikan Hak yang Sama: Memastikan bahwa semua orang mendapatkan hak yang

sama, seperti kesempatan belajar, kesempatan bekerja, dan hak kesehatan, tanpa

diskriminasi. 

Contoh Tambahan :

 Sila 1: Menghadiri dan mendukung kegiatan keagamaan di komunitas, seperti perayaan

hari besar agama. 

 Sila 2: Menunjukkan empati kepada seseorang yang sedang sakit atau dalam kesulitan,

dengan mengunjungi atau memberikan dukungan. 

 Sila 3: Berpartisipasi dalam acara-acara yang mendukung persatuan bangsa, seperti

upacara bendera atau acara budaya yang merayakan kekayaan Indonesia. 

 Sila 4: Mengikuti keputusan bersama dalam organisasi atau kelompok dengan

mendengarkan semua pendapat dan mencapai kesepakatan bersama. 

 Sila 5: Menggalang dana untuk membantu korban bencana atau melakukan kegiatan

sosial yang mendukung kesejahteraan masyarakat. 


SILAHKAN DOWNLOAD KLIK DISINI

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

NILAI DAN PENGAMALAN PANCASILA 


Garuda pancasila adalah lambang negara Indonesia. Burung garuda besar gagah 

perkasa. Perisai pada garuda Pancasila memuat simbol dari sila-sila Pancasila. Pancasila

adalah dasar negara Indonesia yang berfungsi sebagai pedoman hidup bangsa Indonesia. 

Pengamalan nilai-nilai Pancasila dilakukan di mana saja, seperti di lingkungan rumah,

sekolah, dan masyarakat. 

1. Sila Pertama 

Sila pertama dilambangkan dengan simbol bintang. Simbol bintang menggambarkan

agama besar di Indonesia yaitu Islam, Hindu, Budha, Kristen, Katholik, dan Konghucu. Sila

pertama Pancasila mengandung nilai ketuhanan. Bunyi sila pertama adalah “Ketuhanan Yang 

Maha Esa”. Sila pertama mengajarkan kita sebagai umat beragama yang selalu bertaqwa

kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Berikut adalah makna sila pertama Pancasila.

a. Percaya dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan

kepercayaan masing-masing

b.   Menghormati  dan  bekerjasama  antarpemeluk  agama  sehingga  tercipta kehidupan

yang rukun

c.   Tidak memaksakan orang lain mengikuti agama. 

Berikut adalah contoh penerapan sila pertama di kehidupan sehari-hari. 

a. Menjalankan ibadah sesuai tata cara agamanya masing-masing

b. Memberikan sumbangan untuk pembangunan sarana dan kegiatan ibadah

c. Berpartisipasi dalam kegiatan agamad. 

d. Menghormari  dan  tidak mengganggu peribadatan  tetangga  yang  seagama

maupun tidak seagama 

e. Bersikap jujur

f. Menghormati dan menaati kedua orang tua g.   Selalu bersyukur atas apa yang kita

miliki

g. Berdoa ketika memulai dan mengakhiri pelajaran i.    Tidak merusak lingkungan

hidup

 

2) Sila Kedua

Sila kedua dilambangkan dengan simbol rantai. Rantai yang disusun atas gelang-

gelang  kecil  ini  menandakan  hubungan  manusia  satu  dengan  manusia lainnya. Mata

rantai yang berbentuk persegi melambangkan laki-laki. Mata rantai yang berbentuk lingkaran

adalah perempuan. Mata rantai yang saling berkait menandakan bahwa kita perlu bersatu

sekuat rantai. Setiap rakyat, baik laki-laki maupun perempuan saling bersatu dan saling

membantu agar menjadi kuat seperti rantai.  Sila  kedua  Pancasila  mengandung  nilai 

kemanusiaan.  Bunyi  sila  kedua adalah “Kemanusiaan yang adil dan beradab”.

Berikut adalah makna sila kedua Pancasila.

a. Mengakui persamaan hak dan persamaan kewajiban antara sesama manusia 

b. Saling mencintai sesama manusia

c. Memiliki sikap tenggang rasa

d. Tidak semena-mena terhadap orang lain 

e. Menolong orang yang sedang kesusahan 

f. Berani membela kebenaran dan keadilan

Berikut adalah contoh penerapan sila kedua di kehidupan sehari-hari. 

a. Membantu teman yang mengalami kesulitan saat bermain

b. Membantu adik belajar

c. Menjaga nama baik keluarga

d. Menjunjung tinggi nilai-nilai luhur keluarga 


3) Sila Ketiga

Sila  ketiga dilambangkan dengan simbol  pohon  beringin.  Pohon  beringin

merupakan pohon besar yang bisa digunakan oleh banyak orang sebagai tempat berteduh di

bawahnya. Hal tersebut dikorelasikan sebagai Negara Indonesia, di mana semua rakyat

Indonesia dapat 'berteduh' di bawah naungan Negara Indonesia. Tak hanya itu saja, pohon

beringin memiliki sulur dan akar yang menjalar ke segala arah. Hal ini dikorelasikan

dengan keragaman suku bangsa yang menyatu di bawah nama Indonesia. Sila ketiga 

Pancasila mengandung nilai persatuan.   Bunyi   sila   ketiga   adalah   “Persatuan 

Indonesia”.   Sila   ketiga mengajarkan kita sebagai warga negara Indonesia harus memiliki

rasa persatuan walaupun berbeda-beda.

Berikut adalah makna sila ketiga Pancasila.

a.   Menjaga persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia 

b.   Rela berkorban demi bangsa dan negara

c.   Cinta akan tanah air

d.   Bangga menjadi rakyat Indonesia

Berikut adalah contoh penerapan sila ketiga di kehidupan sehari-hari. 

a. Bermain dengan teman dari berbagai suku

b. Menjaga kekompakan dengan teman saat bermain 

c. Mau menerima kekurangan teman

d. Membersihkan rumah bersama-sama

e. Menonton pertunjukan daerah bersama-sama

f. Bergaul dengan teman tanpa saling mengejek dan membedakan antar suku, agama,

ras, dan golongan

g.   Mengikuti upacara dengan tertib

h.   Bekerja sama dalam melaksanakan piket telas 

i.    Menggunakan produk buatan dalam negeri

j.   Mempelajari budaya daerah lain yang ada di Indonesia 


4) Sila Keempat

Sila keempat dilambangkan dengan simbol kepala banteng. Simbol kepala banteng 

memiliki  filosofi  sebagai  hewan  sosial  yang  suka  berkumpul,  seperti halnya

musyawarah, di mana orang-orang berdiskusi untuk melahirkan suatu keputusan.  Sila 

keempat  Pancasila  mengandung  nilai  kerakyatan.  Bunyi  sila keempat adalah “Kerakyatan

yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan”. Sila keempat

mengajarkan kita jika setiap permasalahan sebaiknya diselesaikan dengan musyawarah.

Berikut adalah makna sila keempat Pancasila.

a.   Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat

b.   Mengutamakan musyawarah dan berdiskusi dalam mengambil keputusan 

c.   Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain

d.   Bermusyawarah sampai mencapai mufakat dengan semangat kekeluargaan

Berikut adalah contoh penerapan sila keempat di kehidupan sehari-hari. 

a. Ikut memilih dalam pemilihan ketua kelas dan wakil ketua kelas

b. Ikut memilih dalam pemilihan ketua regu dalam pramuka

c. Ikut memilih dalam pemilihan umum presiden, wakil presiden, maupun wakil

rakyat

d. Menyelenggarakan kegiatan ekstrakurikuler

e. Melaksanakan diskusi kelompok/kelas

f. Pembagian tugas dalam penyelesaian tugas kelompok sekolah 

g. erdiskusi sebelum bermain

h. Menerima dan melaksanakan hasil musyawarah yang telah disepakati 


5) Sila Kelima

Sila kelima dilambangkan dengan simbol padi dan kapas. Simbol padi dan kapas 

memiliki  filosofi  pangan  dan  sandang  yang  menyiratkan  makna  bahwa syarat  utama  

negara  yang  adil  ialah  yang  bisa  mencapai  kemakmuran  untuk rakyatnya secara merata.

Sila kelima Pancasila mengandung nilai keadilan. Bunyi sila kelima adalah “Keadilan sosial

bagi seluruh rakyat Indonesia”. Sila kelima menunjukkan bahwa setiap orang harus

diperlakukan secara adil. Sila kelima Pancasila mengakui persamaan sosial, dimana tidak ada

perbedaan status sosial antara satu orang dengan yang lainnya.

Berikut adalah makna sila kelima Pancasila. 

a. Adil terhadap sesama

b. Membantu sesama

c. Menghormati dan menghargai hak-hak orang lain

d. Mengutamakan kepentingan umum di atas

kepentingan pribadi.

Berikut adalah contoh penerapan sila kelima di kehidupan sehari-hari. 

a. Berbagi makanan secara adil kepada teman

b. Gemar menabung dan menghemat uang jajan

c. Rajin sekolah dan mengikuti pelajaran dengan tekun dan sungguh-sungguh

d. Setia kawan dalam menolong korban bencana alam dan fakir miskin

e. Menjalin kebersamaan dalam kegiatan sosial kemanusiaan

f. Pandai membagi waktu untuk belajar, bermain, dan membantu orang tua

g. Mau berbagi rasa dan keuntungan dengan keluarga lain yang membutuhkan

pertolongan

h. Mengembangkan silahturahmi, kekeluargaan, dan kegotong royongan dalam

mengembangkan usaha keluarga. 


Lampiran 4. Glosarium

1. Asesmen Diagnostik: Penilaian awal untuk mengetahui kemampuan awal peserta didik.
2. Asesmen Formatif: Penilaian yang dilakukan selama proses pembelajaran untuk
memantau perkembangan peserta didik.
3. Asesmen Sumatif: Penilaian yang dilakukan di akhir pembelajaran untuk mengevaluasi
pencapaian peserta didik.
4. Beriman dan Bertakwa kepada Tuhan YME dan Berakhlak Mulia: Salah satu profil
pelajar Pancasila yang mencerminkan nilai ketuhanan dan moral.
5. Berkebhinnekaan Global: Salah satu profil pelajar Pancasila yang mencerminkan
kemampuan menghargai keberagaman budaya di tingkat global.
6. Bernalar Kritis: Salah satu profil pelajar Pancasila yang mencerminkan kemampuan
berpikir kritis dalam menganalisis informasi.
7. Gotong Royong: Kerjasama yang dilakukan oleh masyarakat untuk mencapai tujuan
bersama dengan saling membantu
8. Kreatif: Salah satu profil pelajar Pancasila yang mencerminkan kemampuan berinovasi
dan menciptakan sesuatu yang baru.
9. Mandiri: Salah satu profil pelajar Pancasila yang mencerminkan kemandirian dalam
belajar dan bertindak.
10. Musyawarah: Proses diskusi bersama untuk mencapai kesepakatan atau keputusan yang
dilakukan secara demokratis.
11. Pancasila: Dasar negara Indonesia yang terdiri dari lima sila dan berfungsi sebagai
pedoman hidup bangsa Indonesia.
12. Profil Pelajar Pancasila: Karakteristik yang diharapkan ada pada setiap peserta didik
sebagai hasil dari pendidikan berbasis nilai-nilai Pancasila.






LihatTutupKomentar