-->

RANGKUMAN TEMA 3 KELAS V (LIMA) SEMESTER 1

RANGKUMAN TEMA 3 KELAS V (LIMA) SEMESTER 1

  1. Bahasa Indonesia

IKLAN


SILAHKAN KLIK UNTUK DOWNLOAD PDF

Iklan adalah bentuk publikasi suatu aktivitas, produk atau layanan kepada masyarakat luas melalui media massa dan internet seperti koran, TV, radio atau website atau lainnya yang bersentuhan langsung dengan publik. Iklan ada beberapa bentuk, iklan komersial, iklan sosial, iklan layanan masyarakat, dan lainnya. 

  • Iklan komersial adalah bentuk publikasi suatu produk dan layanan komersial yang bertujuan peningkatan kepercayaan pelanggan kepada suatu nama produk dan layanan yang diselenggarakan oleh lembaga bisnis. Contoh iklan mobil, iklan televisi, dan iklan asuransi. 
  • Iklan sosial adalah bentuk publikasi suatu keadaan yang mengharapkan kepedulian dari banyak orang. Contoh iklan tentang narkoba, iklan tentang rokok, iklan tentang pemanasan global atau iklan tentang global warming, iklan tentang pencemaran air, dan iklan tentang penggundulan hutan, iklan tentang HIV Aids dan sebagainya 
  • Iklan layanan masyarakat adalah bentuk publikasi suatu keadaan yang mengisyaratkan perubahan atau tindakan dari setiap orang untuk melakukan perubahan keadaan yang lebih baik. Contoh iklan  konservasi lingkungan, Iklan, Iklan tentang kekerasan terhadap anak, Iklan keselamatan berkendara,  Iklan kepedulian pangan, Iklan kelestarian hutan dan masih banyak lainnya

Dalam dunia iklan ditemukan proses membujuk atau memengaruhi orang untuk memiliki suatu produk atau menikmati suatu layanan dan melakukan tindakan. Dunia iklan banyak dijumpai iklan komersial daripada iklan sosial maupun iklan layanan masyarakat. Tentunya iklan komersial bertujuan bisnis yang menguntungkan sehingga banyak perusahaan maupun lem-baga bisnis yang berlomba-lomba membuat iklan agar bisnisnya dikenal oleh masyarakat luas.

Pengertian iklan adalah upaya merebut simpati, dukungan, dan ketertarikan orang akan kondisi dalam iklan. Iklan dapat mempengaruhi emosi dan kejiwaan seseorang. Akibatnya banyak individu terperangkap dalam suatu kondisi dalam iklan sehingga terjadi tindakan yang diambil individu yang terpengaruh.  

  • Iklan produk akan membuat seseorang individu menginginkan dan berencana untuk memiliki (membeli) produk yang diiklankan.  
  • Iklan sosial akan membuat seseorang individu prihatin dan berencana membantu (menyumbang) sesuai keadaan yang diiklankan. 
  • Iklan layanan masyarakat membuat seseorang tergerak dan berencana melakukan tindakan (mengubah) sesuai keadaan yang diiklankan. 

Kesimpulannya:

Iklan adalah suatu pesan tentang barang/jasa (produk) yang dibuat oleh produser/pemrakasa yandisampaikan lewat media (cetak, audio, elektronik) yang di tujukan kepada masyarakat. Biasanya dalam iklan juga disertakan slogan. Slogan adalah Perkataan atau kalimat yg menarik, mencolok, dan mudah diingat dalam menyampaikan sesuatu.

Tujuan iklan adalah agar masyarakat tertarik untuk membeli atau menggunakan barang atau jasa tersebut.

Jadi Tujuan iklan:

  1. Memberi tahu masyarakat
  2. Mengajak masyarakat
  3. supaya membeli produk tersebut
  4. Mempengaruhi masyarakat supaya ingin membeli produk tersebut

Hal yang perlu diperhatikan dalam membuat iklan, antara lain:

  1. Kalimatnya singkat dan jelas
  2. Bahasanya mudah dipahami dan menarik
  3. Tulisan dan gambarnya menarik.

Beberapa bentuk iklan, antara lain: iklan penawaran, iklan mini, iklan baris, iklan pemberitahuan, iklan layanan masyarakat, dan  lain sebagainya.

TARIAN

Tari merupakan ekspresi jiwa manusia yang diungkapkan melalui gerak yang indah, maka seorang . penari 

atau penata tari harus mampu menafsirkan, menghayati, dan mengekspresikan makna-makna gerak yang 

dipakai dalam tari tersebut. 

Tari memiliki unsur dasar tersendiri yang meliputi tiga aspek, antara lain

  1. Wiraga, yaitu dasar keterampilan gerak dari bagian fisik/tubuh penari, di antaranya gerakan jari-jari tangan, pergelangan tangan, siku-siku tangan, bahu, leher, muka dan kepala, lutut, mulut, jari-jari kaki, dada, perut, pinggul, biji mata, alis dan pergelangan kaki. 
  2. Wirama, yaitu suatu pola pengaturan dinamika untuk mencapai gerakan yang harmonis seperti aksen dan tempo tarian. Wirama terbagi menjadi dua, yaitu wirama tandak dan wirama bebas. 
  3. Wirasa, yaitu tingkatan penjiwaan dan penghayatan dalam tarian yang diekspresikan melalui gerakan dan mimik wajah penari sehingga melahirkan keindahan, seperti halus, lembut, sedih, gembira, dan Iain-Iain. 

Agar gerakan dalam tarian terlihat lebih indah, maka diperlukan unsur-unsur pendukung terhadap tarian tersebut.  Unsur-unsur pendukung tari terdiri dari gerak, properti, iringan, tata busana/ kostum, dan tata pentas/panggung.

  1. Gerak

Unsur pokok tari adalah gerak, gerak tari merupakan fungsional dari tubuh (gerak bagian kepala, kaki, tangan, dan badan). Fungsi gerak yang dihasilkan oleh tubuh manusia pada dasarnya dapat dibedakan menjadi gerak keseharian, olahraga, gerak bermain, bekerja, dan gerak sehari-hari.

Pada khususnya, tari lebih menekankan kepada gerak untuk berkesenian, di mana gerak dalam tari  merupakan gerak yang sudah ditata indah. Gerakan bersifat lembut dan mengalir, serta terputus-putus dan  tegas merupakan pola gerak yang menjadi ciri pembeda antara gerakan tari putra dan tari putri.

 DOWNLAOD

Gerak dapat dibedakan menjadi: gerak maknawi, murni atau wantah, imitatif, dan imajinatif.

  1. Gerak imitatif adalah gerakan tari yang dihasilkan dari eksplorasi gerak tiruan dari alam.
  2. Gerak imajinatif adalah gerak yang dihasilkan rekayasa manusia.
  3. Gerak maknawi adalah  gerak tari yang mengandung arti atau maksud tertentu.
  4. Gerak murni adalah gerak yang tidak mengandung arti, tetapi masih mempunyai unsur keindahan atau estetika.
  1. Properti

Properti adalah semua peralatan yang digunakan untuk pementasan tari. Properti tari pada dasarnya dapat digunakan untuk memberikan keindahan bentuk   harapan tari secara baik, agar kesan garapan tari akan lebih sempurna. Penggunaan properti tari harus mempertimbangkan jenis, fungsi, dan asas pakai properti secara baik dan benar. Hal ini dikarenakan proporsi penggunaan properti  tari secara mendasar menentukan penguasaan keterampilan penari secara pokok.Kualitas penguasaan penari atas properti tari yang digunakan, menjadi salah satu teknik tari yang dibutuhkan dalam format garapan tari yang berkuaiitas. Properti tari banyak ragam, bentuk, dan jenisnya. Properti yang sering digunakan antara lain meliputi selendang (sampur), kipas, rebana, payung, tongkat, keris, cundrik, pedang, mandau, tombak, gendang, piring, panah, dan Iain-Iain. 

Iringan atau karawitan merupakan teman yang tidak dapat   dipisahkan dengan tari, sebab tari dan musik (karawitan) merupakan  paduan yang harmonis. Musik atau iringan selain sebagai pengiring atau  iringan tari juga berfungsi sebagai pemberi suasana tari yang ditampilkan. Demikian juga warna bunyi untuk iringan tari, tentu disesuaikan dengan gerakan tarinya. Apabila gerak tarinya dinamis, cepat, dan bersemangat, maka warna bunyinya, juga yang berirama cepat, bersemangat, dan keras. Sebaliknya gerak tari yang lemah gemulai, lembut, tenang, maka iringan musiknya juga dipilih yang tenang, syahdu, dan lembut.

 




image

 


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Iringan

Iringan dalam tari adalah pasangan yang serasi dalam membentuk kesan sebuah tarian. Keduanya seiring dan

sejalan sehingga hubungannya sangat erat dan dapat membantu gerak lebih teratur dan ritmis. Musik yang

dinamis dapat menggugah suasana sehingga mampu membuat penonton memperoleh sentuhan rasa atau

pesan tari. Oleh karenanya tari tersebut komunikatif. 

Iringan atau karawitan merupakan teman yang tidak dapat   dipisahkan dengan tari, sebab tari dan musik (karawitan) merupakan  paduan yang harmonis. Musik atau iringan selain sebagai pengiring atau  iringan tari juga berfungsi sebagai pemberi suasana tari yang ditampilkan. Demikian juga warna bunyi untuk iringan tari, tentu disesuaikan dengan gerakan tarinya. Apabila gerak tarinya dinamis, cepat, dan bersemangat, maka warna bunyinya, juga yang berirama cepat, bersemangat, dan keras. Sebaliknya gerak tari yang lemah gemulai, lembut, tenang, maka iringan musiknya juga dipilih yang tenang, syahdu, dan lembut.

Fungsi iringan tari: 

  • Sebagai iringan penyajian tari 
  • Menambah semarak dan dinamisnya tari 
  • Mengatur dan memberi tanda efektif gerak tari 
  • Pengendali dan pemberi tanda perubahan bentuk gerak 
  • Penuntun dan pemberi tanda awal dan akhir tari

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memilih iringan antara lain : 

  • Iringan disesuaikan dengan tema atau judul tari 
  • Iringan disesuaikan dengan tema atau judul tari 
  • Iringan disesuaikan dengan penari. Maksudnya, yang menari anak-anak atau dewasa. 
  • Iringan disesuaikan dengan kemampuan berkreasi para siswa. 
  • Iringan disesuaikan dengan musik yang ada.
LihatTutupKomentar