UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS DAN PEMAHAMAN KENAMPAKAN MATAHARI DENGAN MENGGUNAKAN METODE DEMONSTRASI DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK PADA
PESERTA DIDIK KELAS II SDN WANAREJA 02 SEMESTER II TAHUN PELAJARAN 2015/2016
OLEH :
-
NIM.
ABSTRAK
(………………………………….) Upaya Meningkatkan Kemampuan Menulis dan Pemahaman Kenampakan Matahari dengan Menggunakan Metode Demonstrasi dalam Pembelajaran Tematik pada Peserta Didik Kelas II Sekolah Dasar Negeri Wanareja 02 Tahun Pelajaran 2015/2016 Penelitian Tindakan Kelas. Purwokerto: Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) Purwokerto, PGSD.
Judul Penelitian “Upaya Meningkatkan Kemampuan Menulis dan Pemahaman Kenampakan Matahari dengan Menggunakan Metode Demonstrasi dalam Pembelajaran Tematik pada Peserta Didik Kelas II Sekolah Dasar Negeri Wanareja 02 Tahun Pelajaran 2015/2016”.Permasalahan yang menjadi fokus dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana meningkatkan kemampuan menulis pada fokus pembelajaran Bahasa Indonesia dan pemahaman perubahan Kenampakan Matahari pada fokus pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dengan menggunakan metode Demonstrasi siswa Kelas II SDN 2 Wanareja? Berdasarkan Perumusan masalah tersebut, maka penelitian ini mempunyai tujuan Untuk meningkatkan kemampuan penguasan materi oleh peserta didik Kelas II SDN Wanareja 02 pada fokus pembelajaran Bahasa Indonesia dan Ilmu Pengetahuan Alam dengan menggunakan strategi Demonstrasi dalam pembelajaran berbasis tematik. Penelitian ini dilakukan melalui proses pengkajian berdasarkan PTK yang meliputi empat tahapan yaitu Perencanaan (Planning), Pelaksanaan (Action), Observasi (Observation) dan Refleksi (Reflection). Dari hasil analisis data pada penelitian ini diperoleh kesimpulan sebagai berikut: terjadi peningkatan sebesar 36,54% dari kondisi awal hingga siklus II terkait pada keterampilan siswa dalam mengkomunikasikan bahasa secara tertulis dengan memperhatikan keempat aspek yaitu penggunaan EYD yang tepat, kelengkapan penulisan kata, kesesuaian isi teks dengan tema dan penggunaan kalimat yang efektif..Selanjutnya, terjadi peningkatan yang signifikan pula pada hasil belajar siswa yang berfokuskan pada Ilmu Pengetahuan Alam dengan prosentase mencapai KKM pada siklus II mencapai 73,08% atau hanya dua siswa saja yang perlu perbaikan dan bimbingan khusus.
Kata Kunci: metode demonstrasi, kemampuan menulis, kenampakan matahari
- PENDAHULUAN
- Latar belakang masalah
- Idetifikasi masalah
- Pemahaman peserta didik terhadap materi pembelajaran berfokuskan pada IPA dan Bahasa Indonesia kurang optimal
- Keterampilan menulis peserta didik mayoritas kurang baik
- Motivasi belajar siswa kurang maksimal
- Kurang variatifnya metode pembelajaran yang digunakan guru
- Analisis masalah:
- Model pembelajaran tidk sesuai dengan konsep pembelajaran bermakna sehingga siswa sulit untuk menguasai materi ajar.
- Guru tidak melibatkan siswa untuk aktif dalam pembelajaran dan penemuan informasi
- Metode pembelajaran yang cenderung monoton tidak ada variasi dengan metode lain
- Rumusan masalah:
- Bagaimana meningkatkan kemampuan menulis pada fokus pembelajaran Bahasa Indonesia dan pemahaman perubahan Kenampakan Matahari pada fokus pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dengan menggunakan metode Demonstrasi siswa Kelas II SD Negeri Wanareja 02
- Alternatif dan prioritas pemecahan masalah:
- Persiapan, Pertama kali guru harus mengidentifikasi permasalahan yang terjadi di dalam proses pembelajaran, setelah mengidentifikasi barulah disusun rencana tindakan yang sesuai dengan kondisi anak didik.
- Aktivitas pembelajaran, kelompok-kelompok siswa disiapkan dan diatur tempat duduknya agar suasana menjadi menarik. kemudian guru memberikan deskripsi materi baik mata pelajaran bahasa Indonesia maupun mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam yang menyangkut: orientasi kelas dan pelaksanaan pendekatan Demonstrasi.
- Tujuan Penelitian
- Tujuan Umum
Untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam menulis menggunakan metode demonstrasi pembelajaran tematik.
- Tujuan Khusus
Untuk mengenalkan kegiatan pembelajaran berbasis demonstrasi dalam pembelajaran tematik SD materi kenampakan matahari pada peserta didik SD N Wanareja 02.
- Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat baik yang bersifat praktis maupun teoretis. Manfaat tersebut antara lain adalah sebagai berikut.
Bagi Siswa:
- Meningkatkan kemampuan dan pemahaman siswa dalam menggunakan strategi Demonstrasi;
- Meningkatkan keberanian untuk tampil di muka kelas;
- Meningkatkan kreativitas berpikir dan bernalar siswa;
- Menghilangkan kejenuhan siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dan Ilmu Pengetahuan Alam.
Bagi guru:
- Dapat membantu guru dalam menerapkan/menggunakann metode demonstrasi.
- Dapat membantu guru dalam menyusun prosedur pembelajaran Bahasa Indonesia dan Ilmu Pengetahuan Alam yang dapat digunakan untuk meningkatkan pemahaman penguasaan siswa;
- Dapat membantu guru dalam menyusun topik-topik. pembelajaran Bahasa Indonesia dan Ilmu Pengetahuan Alam yang benar-benar relevan dengan kebutuhan dan minat siswa, yang menarik, yang memberikan wawasan dan pengetahuan baru, serta yang menantang kreativitas berpikir siswa.
Bagi Sekolah:
- Akan meningkatkan kualitas lulusan;
- Meningkatkan kredibilitas sekolah yang bersangkutan; dan
- Meningkatkan grade sekolah.
- KAJIAN PUSTAKA
- Kerangka Teori
- Pengertian Pembelajaran Tematik
Pembelajaran Tematik merupakan pembelajaran bermakna bagi siswa. Pembelajaran tematik lebih menekankan pada penerapan konsep belajar sambil melakukan sesuatu. Oleh karena itu, guru harus merancang pengalaman belajar yang akan mempengaruhi kebermaknaan belajar siswa. Pengalaman belajar menunjukkan kaitan unsur-unsur konseptual yang menjadikan proses pembelajaran lebih efektif.
Menurut Prabowo (2000:2), pembelajaran terpadu merupakan pendekatan belajar mengajar yang melibatkan beberapa bidang studi. Pendekatan belajar mengajar seperti ini diharapkan akan dapat memberikan pengalaman yang bermakna kepada anak didik kita. Arti bermakna disini dikarenakan dalam pembelajaran terpadu diharapkan anak akan memperoleh pemahaman terhadap konsep-konsep yang mereka pelajari dengan melalui pengalaman langsung dan menghubungkannya dengan konsep lain yang sudah mereka pahami.
- Metode Demonstrasi
Metode demonstrasi adalah pertunjukan tentang proses terjadinya suatu peristiwa atau benda sampai pada penampilan tingkah laku yang dicontohkan agar dapat diketahui dan dipahami oleh peserta didik secara nyata atau tiruannya (Syaiful, 2008:210).
Metode demonstrasi adalah metode mengajar dengan cara memperagakan barang, kejadian, aturan, dan urutan melakukan suatu kegiatan, baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pengajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan (Muhibbin Syah, 2000:22).
- Bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia adalah alat komunikasi yang dipergunakan oleh masyarakat Indonesia untuk keperluan sehari-hari, misalnya belajar, bekerja sama dan berinteraksi (cahyani:2009).
Belajar Bahasa Indonesia suatu perubah perilaku yang relatif permanen dan merupakan hasil pelatihan berbahasa yang mendapat penguatan. Belajar bahasa merupakan usaha yang panjang dan kompleks seluruh jiwa raga yang terlibat ketika memplejari bahasa. Keterlibatan menyeluruh, kepedulian yang terus-menerus, baik fisik, interktual, emosional, sangat diperlukan untuk dapat mengusai bahasa.
Kegiatan pembelajaran Bahasa Indonesia akan berhasil apabila guru menyesuaikan pembelajaran dengan kemampuan siswa. Penyesuaian tersebut harus dirancang secara terpadu dengan tujuan pembelajaran Bahasa Indonesia. Misalnya : tujuan utama pembelajaran bahasa umumnya adalah mempersiapkan siswa untuk melakukan interaksi yang bermakna dengan bahasa yang alamiah.
- Ilmu Pengetahuan Alam
Ilmu pengetahuan alam merupakan terjemahan kata-kata Inggris yaitu natural science, artinya ilmu pengetahuan alam (IPA). Berhubungan dengan alam atau bersangkut paut dengan alam, sedangkan science artinya ilmu pengetahuan. Jadi ilmu pengetahuan alam (IPA) atau science dapat disebut sebagai ilmu tentang alam. Ilmu yang mempelajari peristiwa-peristiwa yang terjadi di alam ini.
Menurut Rom Harre (Hendro Darmodjo dan Jenny R. E. Kaligis, 1993: 4), Science is a collection of well attested theories which explain the patterns and regularities among carefully studied phenomena. Bila diterjemahkan secara bebas artinya sebagai berikut: IPA adalah kumpulan teori yang telah diuji kebenarannya yang menjelaskan tentang pola-pola keteraturan dari gejala alam yang diamati secara seksama. Pendapat Harre ini memuat dua hal yang penting yaitu Pertama, bahwa IPA suatu kumpulan pengetahuan yang berupa teori-teori. Kedua, bahwa teori-teori itu berfungsi untuk menjelaskan gejala alam.
- Kerangka Berfikir
Daur penelitian yang dilakukan pada pendapat pakar, Rusna Ristata (2007: 7-8) menyebutkan bahwa penelitian tindakan kelas dilaksanakan melalui proses pengkajian berdaur, yang terdiri dari empat tahap yaitu Perencanaan (planning), Pelaksanaan (action), Observasi (observation), dan Refleksi (reflection). Hasil refleksi terhadap tindakan yang dilaksanakan akan digunakan untuk merevisi rencana jika ternyata tindakan yang dilakukan belum berhasil memecahkan masalah seperti tampak pada gambar berikut:
Gambar 2.1 Siklus Penelitian
- Hipotesis Tindakan
Didasari oleh teori para pakar dan kerangka berfikir yang telah diuraikan di atas maka hipotesa peneliti terhadap penentuan materi pelajaran melalui supervisi akademik adalah sebagai berikut:
- Kemampuan menulis siswa kelas II SD Negeri Wanareja 02 dalam fokus pembelajaran Bahasa Indonesia yang diajarkan guru dapat meningkat karena penggunaaan metode demonstrasi dalam pembelajaran tematik.
- Pemahaman siswa kelas II SD Negeri Wanareja 02 terhadap materi wujud benda dalam fokus pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam yang diajarkan guru dapat meningkat karena penggunaaan metode demonstrasi dalam pembelajaran tematik.
- METODE PENELITIAN
- Setting Penelitian
- Tempat Penelitian
- Setting Penelitian
Tempat pelakasanaan kegiatan perbaikan pembelajaran dalam penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di kelas II SDN 2 Wanareja yang beralamat di jalan Tanjung No. 02 Desa Wanareja Kecamatan Wanareja Kabupaten Cilacap.
- Waktu Pelaksanaan
Penelitian dilaksanakan pada semester genap tahun pelajaran 2015/2016 dan dilakukan selama tiga bulan yaitu mulai bulan Januari sampai dengan bulat Maret 2016.
- Subjek Penelitian
Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas II SD Negeri Wanareja 02 tahun pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 26 siswa, yang terdiri dari laki-laki 16 orang dan perempuan 10 orang. Karakter yang dimilikki cenderung kurang optimal dalam menulis (Bahasa Indonesia)
- Validasi Data
Teknik yang digunakan untuk memeriksa validitas data antara lain adalah triangulasi dan review informan kunci. Triangulasi adalah teknik pemeriksaan validitas data dengan memanfaatkan sarana dari luar data itu untuk keperluan pengecekan atau perbandingan data itu. Sedangkan review informan kunci adalah pengkonfirmasian data atau interprestasi temuan kepada informan kunci untuk mendapatkan kesepakatan.
- Indikator Keberhasilan
Penelitian Tindakan Kelas tentang upaya meningkatkan keterampilan menulis dan pemahaman pada fokus pembelajaran IPA dalam pembelajaran tematik dilaksanakan dalam dua siklus dianggap sudah berhasil apabila terjadi peningkatan kemampuan siswa dalam menulis dan pemahaman IPA yang mencapai 75% dan telah mencapai ketuntasan pemahaman dengan nilai rata rata 75, seperti yang disyaratkan dalam Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).
- HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
- Deskripsi Hasil Penelitian
- Deskripsi Kondisi Awal
- Deskripsi kemampuan menulis
Pada kondisi awal melalui pengamatan yang didapat dari kelas II SD Negeri Wanareja 02, terdapat beberapa siswa yang belum optimal dalam kemampuan menulis. Peneliti belum memanfaatkan media pmbelajaran yang menarik serta metode pembelajaran yang melibatkan siswa untuk aktif, berinteraksi dengan Peneliti serta dengan sesama teman,sehingga dalam pembelajaran pada kondisi awal kemampuan menulis peserta didik masih dinilai cukup rendah.
- Deskripsi Hasil Belajar
Siswa kelas II SD Negeri Wanareja 02 pada dasarnya telah mengetahui dan memahami kenampakan matahari secara umum. Siswa mampu mengkomunikasikan manfaat matahari bagi makhluk hidup. Akan tetapi ketika diberi pertanyaan terkait peristiwa-peristiwa alam akibat adanya pengaruh matahari masih banyak siswa yang belum dapat menjawab dengan benar bahkan ada beberapa siswa yang sama sekali tidak mampu menjawab. Hal ini diketahui dari penilaian sebelum penelitian masih banyak siswa memperoleh nilai di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).
Untuk lebih jelasnya perhatikan diagram berikut:
Gambar 4.1 Diagram Nilai Ulangan Harian pada kondisi awal
- Deskripsi Hasil Siklus I
- Data Hasil Perencanaan
Pada tahap perencanaan, data yang diperoleh berupa:
- Rencana pelaksanaan perbaikan pembelajaran yang di dalamnya memuat skenario pembelajaran yang akan diterapkan
- Alat-alat pengumpul data seperti lembar observasi, lembar kerja siswa dan lembar soal ulangan harian.
- Media pembelajaran yaitu contoh benda nyata bagian-bagian dari tumbuhan.
- Daftar kelompok siswa.
- Data Hasil Pelaksanaan
Pelaksanaan tindakan pada siklus I dilaksanakan dengan dua pertemuan yaitu pertemuan pertama pada tanggal 19 Februari 2016 dan pertemuan kedua pada tanggal 20 Februari 2016. Tindakan perbaikan pembelajaran dengan menggunakan metode demonstrasi untuk meningkatkan pemahaman tentang kenampakan matahari sekaligus keterampilan menulis.
- Data Hasil Pengamatan
Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada pelaksanaan siklus I ini, siswa masih belum terbiasa dengan kegiatan pembelajaran dengan memanfaatkan lingkungan ataupun media sebagai bahan demonstrasi dalam pemahaman materi yang sedang diajarkan. Ini terbukti masih ada sebagian kecil siswa yang tidak aktif dan lalai dalam menuliskan hasil pengamatan mereka terhadap benda-benda yang sedang didemonstrasikan.
Gambar 4.2 Diagram Nilai Ulangan Harian pada Siklus I
- Refleski
Penerapan pembelajaran tematik dengan menggunakan metode demonstrasi pada fokus pembelajaran Bahasa Indonesia dan Ilmu Pengetahuan Alam agar meningkatkan kemampuan menulis siswa dan pemahaman terhadap materi terjadi peningkatan dibanding kondisi awal, seperti pada tabel berikut.
Tabel 4.14
Refleksi dari Kondisi Awal danSiklus I
|
No |
Uraian |
Kondisi Awal |
Siklus I |
|
1 |
Tindakan |
Dalam pembelajaran hanya dengan ceramah saja, belum menerapakan metode demonstrasi dan memanfaatkan benda-benda sekitar untuk dijadikan media demonstrasi pembelajaran. |
Dalam pembelajaran sudah menerapakan metode demonstrasi dan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar. |
|
2 |
Kemampuan Menulis Siswa |
Pada kondisi awal siswa banyak yang mengerjakan tugas lain dan bercakap-cakap dengan siswa lainnya. Berdasarkan lembar observasi kemampuan menulis siswa, aspek penggunaan EYD dengan tepat hanya terdapat 6 siswa yang sudah baik sesuai dengan kriteria tersebut, dan hanya 57,69% siswa yang memenuhi kriteria kedua yaitu aspek kelengkapan penulisan kata, ditambah terdapat 42,31% yang hanya memenuhi kriteria ketiga yaitu pada aspek kesuaian teks dengan tema, sedangkan aspek terakhir terdapat 10 siswa yang memenuhi kriteria.
|
Siswa sebagian sudah mulai antusias dalam mendengarkan penjelasan dari Peneliti, dan hampir semua siswa mengajukan pertanyaan terhadap benda-benda di sekitar dan manfaat-manfaat yang dimilikkinya. Siswa menulis satu per satu benda-benda yang didemonstrasikan oleh Peneliti. Berdasarkan lembar observasi kemampuan menulis siswa, didapat hasil pada aspek kemampuan menulis siswa yaitu 61,54%, aspek kelengkapan penulisan kata 73,08% atau 19 siswa, dan 69,23% siswa yang sudah memenuhi kriteria aspek ketiga, dan terakhir terdapat 15 siswa yang telah memenuhi kriteria aspek penggunaan kalimat efektif. |
|
3 |
Hasil belajar siswa |
Ulangan harian pada kondisi awal nilai terendah 55 dan nilai tertinggi 80 dengan nilai rerata 65,96. Siswa yang memperoleh nilai di atas KKM ada 5 siswa. |
Ulangan harian pada Siklus I nilai terendah 60 dan nilai tertinggi 85 dengan nilai rerata 72,69. Siswa yang memperoleh nilai di atas KKM ada 14 siswa. |
Sumber: Data primer, 2016
Dari Tabel 4.14 di atas terlihat kemampuan menulis peserta didik sudah mulai mengalami peningkatan tetapi jika dihitung secara keseluruhan aspek yang dinilai, siswa yang kemampuan menulisnya baik belum mencapai 80% atau lebih. Berdasarkan pengamatan lembar observasi kemampuan menulis didapat hasil pada aspek penggunaan EYD yang tepat meningkat dari 23,08% menjadi 61,54%, aspek kelengkapan penulisan kata meningkatsejumlah 15,38%, pada aspek kesesuaian teks dengan tema, penulisan siswa dalam proses pembelajaran meningkat dari 11 siswa menjadi 18 siswa atau meningkat sebesar 16,92%. Dan pada aspek penggunaan kalimat yang efektif, terdapat kenaikan sejumlah 19,23% atau 5 siswa mengalami perbaikan.
Dari tes hasil belajar terjadi peningkatan pada nilai terendah dari 55 menjadi 60 atau mengalami peningkatan 4,35%. Nilai tertinggi juga terjadi peningkatan yang semula 80 dan pada siklus I menjadi 85. Begitu pula nilai rata-rata terjadi peningkatan 65,96 menjadi 72,69 atau terjadi peningkatan 4,85%. Siswa yang memperoleh nilai di atas KKM juga meningkat, dari 5 siswa menjadi 14 siswa, mengalami peningkatan sebesar 34,62% yang semula hanya 19,23% menjadi 53,85%.
Berdasarkan hasil di atas masih banyak siswa yang mempunyai nilai di bawah KKM dan belum banyak siswa yang meningkat dalam kemampuan menulis, sehingga perlu adanya tindakan pada Siklus II. Peneliti bersama teman sejawat berdiskusi untuk memperbaiki tindakan pada siklus II. Selain itu, pembelajaran dengan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar dan melalui metode demonstrasi juga harus dilakukan dengan seefektif mungkin, mengurangi kegiatan-kegiatan diluar dari rencana pembelajaran yang telah dibuat atau menggunakan peraga benda nyata dan gambar dengan semenarik mungkin. Peneliti harus berusaha untuk membimbing siswa dengan baik dan berusaha untuk mendorong kemampuan menulis siswa melalui pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar dalam pembelajaran. Dengan adanya perbaikan tindakan tersebut diharapkan banyak siswa yang antusias dalam mendengarkan penjelasan, kerja sama dalam kelompok dapat meningkat, siswa lebih bertanggung jawab dalam kegiatan belajarserta lebih banyak siswa yang berani berinteraksi dengan Peneliti baik bertanya mapun menjawab pertanyaan Peneliti. Dengan meningkatnya indikator kemampuan menulis tersebut tentunya akan berdampak pada meningkatnya hasil belajar siswa.
- Deskripsi Hasil Siklus II
- Data Hasil Perencanaan
Pada tahap perencanaan, data yang diperoleh berupa:
- Rencana pelaksanaan perbaikan pembelajaran yang di dalamnya memuat skenario pembelajaran yang telah mengalami penyempurnaan setelah mangakomodasi masukan pada siklus I.
- Alat-alat pengumpul data seperti lembar observasi, lembar kerja siswa dan lembar soal ulangan harian.
- Media pembelajaran berupa contoh benda nyata dan gambar bagian-bagian tumbuhan
- Daftar kelompok siswa (anggota kelompok 4 siswa)
- Data Hasil Pelaksanaan Tindakan
Pelaksanaan tindakan pada siklus II dilaksankan dengan dua pertemuan yaitu pertemuan pertama pada tanggal 26 Februari 2016dan pertemuan kedua pada tanggal 27 Februari 2016. Tindakan perbaikan pembelajaran dengan menggunakan metode demonstrasi untuk meningkatkan kemampuan menulis belajar dan pemahaman terhadap materi yang diajarkan.
Pada pertemuan pertama siswa belajar materi tentang pengaruh-pengaruh kenampakkan matahari dan terintegrasi dengan pengelompokkan diksi yang berhubungan dengan tema tersebut. Siswa belajar secara kelompok dengan anggota kelompok 4 siswa dengan salah satu siswa sebagai ketua/koordinator. Siswa melakukan pengamatan terhadap bayangan yang terjadi dari arah sinar matahari. Siswa mengkomunikasikan hasil pengamatan melalui bahasa tertulis dengan penggunaan kalimat yang tepat.
Kegiatan pembelajaran pada pertemuan kedua merupakan kelanjutan dari pertemuan pertama yaitu siswa belajar tentang pengaruh kenampakkan matahari. Siswa melakukan diskusi secara kelompok dengan anggota kelompok sama dengan pada pertemuan pertama. Hasil diskusi dan pengamatan dalam kegiatan kelompok dikomusikan dengan bahasa tulis dan dikumpulkan kepada Peneliti.
- Hasil Pengamatan
Dalam pembelajaran siklus II, sudah banyak siswa terlihat aktif dalam kegiatan pembelajaran termasuk perbaikan dalam mengkomunikasikan hasil pengamatan dengan bahasa tertulis.
siswa yang mendapat nilai di bawah KKM ada hanya sisa 2 siswa, ini menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan dimana pada silklus II, untuk siswa yang mendapat nilai di bawah KKM itu adalah 12 siswa. Untuk lebih jelasnya perhatikan diagram berikut:
Gambar 4.3 Diagram Nilai Ulangan Harian pada Siklus II
- Data Hasil Refleksi
Penerapan pembelajaran dengan memanfaatkan lingkungan sebagai belajar serta melalui metode demonstrasi dalam pembelajaran tematik yang berfokuskan pada bahasa Indonesia dan IPA dalam kenampakkan matahari pada siswa Kelas II SDN Wanareja 02, dibandingkan dengan Siklus I terjadi peningkatan seperti terlihat pada tabel 4.22 berikut:
Tabel 4.22 Refleksi dari Siklus I ke Siklus II
|
No |
Uraian |
Siklus I |
Siklus II |
|
1 |
Tindakan |
Dalam pembelajaran menerapakan metode demonstrasi dan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar. |
Dalam pembelajaran menerapakan metode demonstrasi dan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar serta menggunakan alat peraga tumbuhan dan tempat yang berbeda. |
|
2 |
Kemampuan menulis Siswa |
Pada siklus I masih banyak siswa yang belum aktif dalam kelompok, dan belum mengoptimalkan dengan percaya diri hasil pengamatan penulisan dengan bahasa tertulis. Berdasarkan pengamatan dengan lembar observasi kemampuan menulis didapat pada aspek pertama yaitu terkait penggunaan EYD yang tepat, hanya terdapat 16 siswa yang dikategorikan baik, dan aspek yang kedua terdapat sejumlah 73,08% dari 26 siswa yang berhasil, sedangkan pada aspek yang ketiga dan keempat yaitu pada aspek kesesuaian isi teks dengan tema dan penggunaan kalimat yang efektif hanya terdapat 18 siswa dan 11 siswa yang dapat dikategorikan berhasil. |
Siswa sudah berusaha aktif dalam pembelajaran. Siswa sudah aktif bertanya serta aktif dalam berdiskusi. Berdasarkan lembar pengamatan kemampuan menulis didapat hasil pada aspek penggunaan EYD yang tepat terdapat 76,92% yang sudah dikategorikan baik, dan aspek kedua yaitu pada kelengkapan penulisan kata terdapat sejumlah 22 siswa yang sudah mengalami peningkatan, sedangkan pada aspek yang ketiga dan terakhir terdapat peningkatan cukup baik yaitu 20 siswa pada aspek kesesuaian isi teks dengan tema dan 18 siswa yang dikategorikan baik dalam penggunaan kalimat yang efektif. |
|
3 |
Hasil belajar siswa |
Ulangan harian pada Siklus I nilai terendah 60 dan nilai tertinggi 85 dengannilai rerata 72,69. Siswa yang memperoleh nilai di atas KKM ada 14 siswa. |
Ulangan harian pada Siklus II nilai terendah 70 dan nilai tertinggi 100 dengan nilai rerata 84,23. Siswa yang memperoleh nilai di atas KKM ada 24 siswa. |
Sumber: Data primer, 2016
Dalam pembelajaran siklus II, siswa sudah mulai terbiasa dalam mengikuti pelajaran dengan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar melalui metode demonstasi sehingga sangat berpengaruh dalam keterampilan menulis siswa selepas melakukan pengamatan. Hal nyata yang dapat adalah sebagai hasil pelaksanaan tindakan Siklus II adalah terjadinya peningkatan hampir pada semua indikator kinerja.
Peningkatan juga terjadi pada hasil belajar siswa, nilai rata-rata kelas pada siklus I sebesar 72,69 sedangkan pada Siklus II adalah 84,23 dengan jumlah siswa yang memperoleh nilai di atas KKM ada 24 siswa atau 92,31%.
- Pembahasan Hasil Penelitian
- Pembahasan Tiap Siklus
- Siklus I
Pada siklus I terjadi peningkatan kemampuan menulis siswa yaitu terlihat dari rata-rata hasil indikator kemampuan menulis siswa meningkat dari 40,38% pada kondisi awal menjadi 65,38% pada siklus I. Hasil belajar siswa juga meningkat dari 5 siswa atau 19,23% menjadi 14 siswa atau 53,85%. Pembelajaran dengan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar dan melalui metode demonstrasi ternyata dapat meningkatkan kemampuan menulis dan hasil belajar siswa.
Menurut hasil analisis dan refleksi pada siklus I ternyata tingkat ketuntasan pada kemampuan menulis siswa dan hasil belajar pada siklus I belum memuaskan karena belum mencapai kriteria keberhasilan yang diharapkan. Dari hasil diskusi dengan teman sejawat diketahui bahwa belum tercapainya ketuntasan belajar adalah karena adanya beberapa faktor salah satunya yaitu media pembelajaran yang digunakan kurang menarik dan kurang bervariasi.
Upaya perbaikan yang dilakukan untuk siklus II menurut refleksi dan penyimpulan kegiatan pada siklus I adalah dengan menggunakan media pembelajaran yang bervariasi dan beralih ke lokasi yang berbeda dalam pembelajaran.
- Siklus II
Pada siklus II setelah dilaksanakan perbaikan pembelajaran, prosentase siswa yang memiliki kemampuan menulis yang baik meningkat menjadi 76,92% dan jumlah ketuntasan hasil belajar siswa juga meningkat yaitu ada 24 siswa atau 92,31% yang telah memperoleh nilai diatas KKM. Hal ini berarti perbaikan pembelajaran telah berhasil melebihi kriteria keberhasilan yang telah ditentukan dan upaya perbaikan berakhir pada siklus II.
Ternyata dengan penyempurnaan tindakan pada siklus II yaitu menggantikan media pembelajaran, beralih ke lokasi lain agar lebih variatif, dan menambah media gambar dalam pembelajaran dapat meningkatkan keefektifan dan keberhasilan dari pelaksanaan tindakan. Siswa yang yang tadinya tidak aktif menjadi aktif dalam kerja kelompok karena peluang menadapat peran dalam kerja kelompok dapat merata dengan jumlah anggota kelompok yang lebih sedikit.Siswa yang belum menguasai materi dapat dibantu oleh ketua atau koordinator kelompok yang telah menguasai materi menurut data hasil belajar pada siklus I. Siswa yang belum mamahami materi dapat terbantu dengan penggunaan media gambar saat guru menjelaskan materi di kelas.
- Pembahasan Antar Siklus
Hasil penelitian yang diperoleh mulai dari sebelum penelitian hingga siklus II terangkum dalam uraian sebagai berikut:
- Kemampuan Menulis Siswa
Dari pelaksanaan tindakan pada saat sebelum penelitian hingga pada siklus II telah mengalami perbaikan. Sebelum penelitian, peneliti melakukan pembelajaran dengan metode ceramah tanpa menggunakan media pembelajaran, pada pelaksanaan tindakan siklus I dan II peniliti memanfaatkan media pembelajaran yaitu memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar siswa dan melakukan metode demonstrasi.
Berdasarkan lembar observasi motivasi belajar pada saat sebelum perbaikanhingga perbaikan pembelajaran siklus II di dapat data seperti tabel berikut:
Tabel 4.23 Peningkatan kemampuan menulis dari Kondisi Awal hingga Siklus II
|
No |
Uraian |
Kondisi awal |
Siklus I |
Siklus II |
|
1 2 3 4 |
Penggunaan EYD yang tepat Kelengkapan Penulisan kata Kesesuaian isi teks dengan tema Penggunaan kalimat yang efektif |
23,08% 57,69% 42,31% 38,46% |
61,54% 73,08% 69,23% 57,69% |
76,92% 84,62% 76,92% 69,23% |
Sumber: Data primer, 2016
Adapun diagram peningkatan motivasi belajar dari kondisi awal hingga siklus II adalah sebagai berikut:
Gambar 4.4 Diagram Peningkatan Kemampuan Menulis dari Kondisi Awal hingga Siklus II
Dari data di atas terlihat terjadi peningkatan kemampuan menulis siswa, dimana pada saat sebelum penelitian rata-rata siswa yang memiliki kemampuan menulis yang baik menurut indikator kemampuan menulis sebesar 40,38% meningkat menjadi 65,38% pada siklus I dan pada siklus II menjadi 76,92%. Terjadi kenaikan yang cukup signifikan pada siklus II. Berarti perbaikan pembelajaran dengan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar dan melalui metode demonstrasi pada siklus II memperoleh hasil yang cukup memuaskan.
- Hasil Belajar Siswa
Data peningkatan hasil belajar siswa dari kondisi awal hingga siklus II di peroleh data seperti berikut:
Tabel 4.24 Peningkatan Hasil Belajar dari Kondisi Awal hingga Siklus II
|
No |
Interval |
Kondisi Awal |
Siklus I |
Siklus II |
|
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 |
50 – 54 55 – 59 60 - 64 65 - 69 70 - 74 75 - 79 80 – 84 85 – 89 90 – 94 95 – 100 |
0 3 11 0 7 0 5 0 0 |
0 0 0 3 9 10 2 2 0 |
0 0 0 0 2 2 9 4 6 3 |
Sumber: Data primer, 2016
Adapun diagram peningkatan hasil belajar dari kondisi awal hingga siklus II adalah sebagai berikut.
Gambar 4.5 Diagram Peningkatan Hasil Belajar dari Kondisi Awal
hingga Siklus II
Menurut data di atas siswa yang memperoleh hasil belajar di atas KKM mengalami peningkatan, dimana pada saat sebelum penelitian siswa yang memperoleh nilai di atas KKM sebanyak 5 siswa atau 19,23%, meningkat menjadi 14 siswa atau 53,85% pada siklus I dan pada siklus II meningkat menjadi 24 siswa atau 92,31%. Dengan indikator keberhasilan siswa yang memperoleh nilai di atas KKM sebesar 85%, berarti perbaikan pembelajaran dengan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar dan melalui metode demonstrasi pada siklus II memperoleh hasil yang memuaskan karena melebihi dari indikator keberhasilan yang telah ditetapkan.
- PENUTUP
- Simpulan
Dari hasil analisis pembahasan masalah. Dalam penelitian ini dapat ditarik suatu kesimpulan sebagai berikut:
- Penggunaan metode demonstrasi pada materi pembelajaran bahasa Indonesia dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam pembelajaran tematik dalam rangka untuk meningkatkan kemampuan penguasaan dan pemahaman siswa dengan beberapa tahapan. Tahapan yang dimaksud adalah: (a) persiapan, (b) aktivitas belajar mengajar, dan (c) tahap pelaksanaan tindakan.
- Setelah siswa diberi tindakan sebanyak satu kali (dua siklus), secara berdaur ulang kemampuannya menguasai maupun pemahamannya terhadap materi baik pada mata pelajaran bahasa Indonesia dan ilmu Pengetahuan Alam sangat (terbaik) tercatat lebih dari 75%. Berdasarkan tabel 4.16 setelah siklus kedua dilaksanakan, yang memperoleh skor rerata di atas KKM adalah sebanyak 24 siswa atau dalam prosentase sejumlah 92,31%. Artinya, kemampuan dalam penguasaan materi tergolong sangat baik.
- Kesimpulan ini menunjukkan tingkat keberhasilan yang ditandai dengan telah tercapainya indikator keberhasilan penelitian, yakni siswa yang memiliki kemampuan penguasaan materi dan pemahaman sangat baik minimal 75%. Sementara itu, berdasarkan data yang diperoleh ditunjukkan bahwa siswa yang menguasai materi sudah di atas 70% yaitu 92,31%.
- Saran
- Agar memiliki nilai guna yang optimal, semua hasil penelitian ini harus segera disosialisasikan dan ditindaklanjuti. Terutama yang berhubungan dengan bagaimana memanfaatkan berbagai strategi pembelajaran, salah satunya adalah dengan metode pemberian tugas.
- Guru-guru Sekolah Dasar harus terus menggiatkan pelaksanaan penelitian tindakan semacam ini, sehingga nantinya akan diperoleh berbagai strategi dalam upaya peningkatan kualitas pembelajaran, yang pada akhirnya akan dapat meningkatkan kualitas dan kredibilitas suatu sekolah.
DAFTAR PUSTAKA
---------------- ---- . 2005 Materi Pokok Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : Universitas Terbuka
_______. 1995. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta :Depdikbud
Bahri, Syaiful & Zain, Aswan (2005). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta.
Depdikbud. 1993. Tatabahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta : Depdikbud
Elang, Kusnadi. 2002. Materi Pokok Pembelajaran Pendidikan Matematika. Jakarta : Universitas Terbuka.
Jehan, W. George 1997. Teknik Berbicara yang Meyakinkan dan Efektif. Jakarta : Gunung Jati
N.K., Roetiyah. 2001. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rinneka Cipta
Nurhadi dan Gerrad Senduk. 2003. Pembelajaran Kontekstual dan Penerapannya dalam KBK. Malang : Universitas Malang
Purba, Hartono (2007). Pengaruh Metode Pembelajaran Terhadap Hasil Belajar Siswa. Skripsi. Medan : FT. UNIMED.
Sagala, Syaiful (2006). Konsep dan Makna Pembelajaran. Jakarta : Alfabeta.
Sibarani, R. 1992. Hakikat Bahasa. Bandung : PT. Aditya Bakti
Syah, Muhibbin (2003). Psikologi Belajar. Jakarta : Raja Grafindo Persada.
Taufik, Agus. 2002. Teori-teori Belajar dan Implikasi dalam Pembelajaran. Jakarta : Universitas Terbuka.
Wardani, I.G.K. dkk. 2004. Materi Pokok Pemantapan Kemampuan Profesional. Jakarta : Universitas Terbuka.

